nahkoda dan awak kapalnya

1:26 AM

Hubungan sepasang ibarat nahkoda dan awak kapalnya

Laki-laki menjadi nahkodanya, memegang setirnya membawa awak kapalnya sampai tujuan

Nahkoda yg berjuang dengan keras melawan ombak yang besar, badai yang kencang, karang yg tajam
nahkoda yg melindungi awak kapalnya tidak tenggelam dan menghilang, tidak tersakiti terkena tajamnya batu karang

Namun itu semua hanya mimpi

Nahkoda merasa lelah memegang setirnya, melawan badai yg kencang, tangannya mulai lelah, kakinya mulai lunglai, hatinya mulai goyah akan kepercayaan bahwa dia bisa membawa awaknya sampai di tujuan

Nahkoda mulai menyerah, mulai melepaskan setirnya,
Nahkoda mulai asik dengan kesenangannya,
Ibarat kapal ada berbagai kebutuhan di luar sana di lautan
Satu persatu dia capai semua keinginannya, semua kesenangannya
tanpa sadar sang awak kapal disudut sana menanti nahkoda memegang setirnya kembali
tanpa sadar sang awak kapal disana sedih melihat nahkodanya yang egois tidak melihat pasangannya yaitu awak kapal

Tidak ada yg memegang setir kapal itu,
sang awak tidak bisa berbuat apa apa
perjalanannya saja tidak tahu tujuannya kemana dan arah nakoda sampai tujuan dia tidak tahu
kemudian awak memaksakan diri memegang setir bermaksud membawa kapalnya tetap melaju entah melewati arah yang mana

Awak kapal belajar perlahan menerima kerasnya ombak, dinginnya angin badai, tajamnya percikan air
perlahan dia tidak ingin kapalnya jatuh dan menghilangkan sebuah harapan

Tapi awak kapal tersesat, entah berada dimana

Nahkoda pun marah kecewa dengan awak kapal
akhirnya ia semakin menyerah bersamaan dengan kemarahannya
dia semakin melampiaskannya dengan mencapai kesuksesan mencapai keinginannya

Awak pun merasa risau gelisah tidak tahu lagi berbuat apa
awak itupun bersama dengan kekecewaannya mulai menyerah

Lantas bagaimana? apa yang terjadi?

Kapal mereka berdua terombang ambing di tengah lautan,
Sesaat lagi akan hancur diterjang ombak badai dan batu karang,

Mereka tak saling bicara,
Menentukan arah, mencari jalan kembali, memegang kepercayaan dan harapannya kembali yg dulu pernah terucap

Mereka menyerah,
awak menyerah ingin menghilang agar tidak tersakiti di dalam kapal

entah apa yg akan diputuskan dengan bijak oleh nahkodanya, rasanya sang awak kapal sudah tidak ingin peduli namun tetap terus berharap walaupun harapan itu akan terwujud kecil harapannya

Disudut menuju senja,

You Might Also Like

0 comment

Terimakasih sudah bersedia membaca, silahkan isi pesan dan kesan atau kritik di kolom komentar dibawah ini