long away

7:47 AM

kalau dulu ketika baru saja mengenal seseorang dan mencoba memahimanya bukanlah hal yang mudah, kadang harus mengesampingkan ego diri sendiri atau bahkan sering. tapi.. karna sedang mencoba mencintainya, pasti selalu ingin bersungguh-sungguh memutar segala sesuatunya agar bisa mencintai

memahami bukanlah hal yang mudah dan hal yang sulit. sederhana dan simpel tapi kadang selalu saja dibuat rumit, ya dibuat rumit oleh ke egoisan yang bahkan selalu menang termasuk keegoisan dalam hal sadar atas kesalahan diri sendiri.

kalau boleh memilih, selalu mau milih 3 tahun yang lalu tidak mengenal atau mencoba mendekat. ya kiranya sudah berpengalaman pahit rasanya. ta pi hati selalu menolak, karna entah apa yang membuat semakin mendekat. ketika dulu dalam tahap mencintai kadang selalu menghindar takut kalau nanti terlalu dalam, toh semakin menghindar malah semakin mendekat.

melalui perjalanan panjang, potongan-potongan itu masih ada, potongan yang tidak pernah aku temui sekarang. mungkin lupa perjalanan yang cukup panjang hanya sekedar jalan panjang yang hanya diisi satu kardus berisi berupa kenangan, kardus itupun hanya beberapa saja.

menyesal karna sudah terlalu lama dan cukup jauh berjalan, bahkan saat ini aku berjalan di arah yang berbeda tanpa meletakkan kardus, aku hanya menatap beberapa kardus di sebrang jalan nan jauh.

bagaimana menghancurkan perasaan? kalau dulu aku tau caranya dengan menerima jalan yang baru, tapi apakah sama cara itu jika dilakukan saat ini?

aku lebih memilih dikalahkan di jarak 10cm daripada dikalahkan di jarak beribu atau bahkan bermilyar kilometer ini. biarkanlah takdir berkehandak, jika dikalahkan di jarak sejauh ini setidaknya aku harus berbesar hati.

aku lebih memilih dikalahkan tidak dicintai daripada dikalahkan oleh orang lain. biarkan hati yang memilih, aku tidak bisa memaksa, toh siapa aku? aku hanya perempuan yang rendah.

jika aku bisa bersungguh-sungguh mencintai, maka melupakan adalah hal yang mudah jika aku bersungguh-sungguh. ya setidaknya aku harus mencari jalan lain, dengan menempatkan kardus lain entah isinya berupa kenangan dengan siapa.

aku hanya perlu waktu, tidak melihat namanya, fotonya, kabarnya, atau bahkan kabar teman-temannya. aku hanya perlu diam. sampai waktu yang tidak bisa dijanjikan, biarkan hati yang memilih sampai kapan.

You Might Also Like

0 comment

Terimakasih sudah bersedia membaca, silahkan isi pesan dan kesan atau kritik di kolom komentar dibawah ini