impian travelling

7:50 AM

setelah nonton kick Andy tadi sore, kemudian saya berfikir tentang khayalan saya travelling keliling dan kemanapun. di kick Andy tadi ada bali bakcpaker yang menunjukkan kalau travelling itu bukan cuma sekedar menggendong tas carrier besar, dan sekedar foto-foto.


bangga pasti ya travelling terus foto-foto di upload di media sosial. yang sebenarnya dengan kita mengupload ke media sosial udah ngebawa nama kekayaan Indonesia. nah beda dengan bali backpacker ini dia travelling sambil mempelajari kebudayaan dan memperkenalkannya di media sosial lewat foto dan video.

foto menurut saya sangat berpengaruh, dari mana orang luar tau tentang kita Indonesia selain lewat foto kemudian baca tulisan kita? yang kemudian orang asing itu akan tertarik ke Indonesia. dan pesan dari bali backpacker ini nyampe lewat aksi-aksinya dalam travelling.

sebagai mahasiswa kimia saya diam-diam menghayal kalau saya travelling berambisi ngambil pasir, batu-batuan, daun-daunan atau apapun lah yang saya kunjungi kemudian saya teliti, macem kaya pak arif dosen anorganik plus organologam yang selalu bermain di gunung api purba gunung kidul.

misalnya kaya edelwais yang tumbuh cuma di gunung, nah bagaimana caranya edelwais bisa tumbuh ga di gunung? di daratan rendah gitu, mungkin saya bisa menyisipkan gen apa gitu supaya edelwais tahan dari cuaca ekstrim atau lembab di daratan rendah? bisa kan? gak ada yang gak mungkin di dunia Sains, kecuali melewati kodrat Allah.

terus, bisa juga saya mengekstrak daun-daunan asing di gunung yang gak tau namanya apa no name belum ditemukan terus saya teliti, abis itu saya kasih nama jadi pohon stranger unyu unyu, ini terlalu mainstream.

banyak sebenarnya yang bisa dilakukan, tapi seberapa besar rasa ingin tahu kita itu yang harus dipertanyakan. toh masih banyak yang beranggapan seperti saya "yaudah sih jalan-jalan yaudah jalan-jalan namanya have fun gak usah ribet mikirin gituan" yang kemudian lupa dengan keindahan alam yang harusnya kita jaga.

seperti karang-karang di laut, kalau snorkling atau diving bahkan orang-orang tidak tersadarkan diri kalau mereka nahan kaki diatas batu karang itu bakalan bikin karang itu mati, kasian kan :( atau banyak yang berburu menggapai puncak tertinggi sampai bikin mencemari aliran air, bahkan menghasilkan tumpukan sampah kemudian dibakar di gunung kadang yang saya alami waktu di gunung gedhe dibakar buat memasak nasi. air, atau mi. ga sadar sampah yang dibakar berbahan plastik itu menghasilkan gas berbahaya dan beracun? kasian tanaman disana yang asri alami eh dinodai sama tangan manusia.

berhubung penelitian saya menjurus ke plastik biodegradable sekarang saya rada sebel liat plastik di rumah, ga tau kenapa. berlebihan emang tapi rada sebel gitu juga saya buat bungkus tong sampah juga :P

kalau travelling menjurus ke penelitian buat sekarang itu berat di otak saya hahahaa. saya cuma berkeinginan sekarang mengunjungi kampung-kampung budaya seperti di baduy, naga di tasik, di lampung, dan rasanya saya pengen foto diantara mereka sambil memeluk mereka abis itu ngajak mereka foto dengan pose piss terus mata merem sok imut kaya anak gaul jaman sekarang. coba deh liat dan cari di google, foto-foto orang pedalaman gitu pasti jarang yang meringis mereka mukanya datar polos tapi muka mereka sejuk dan memperlihatkan mata kejujuran. coba deh diliat.

maka dari itu mainsett kita harus diubah, jangan bangga doang udah travelling, muncak gunung, caving, canoying, dsb tapi bagaimana kita juga harus membawa Indonesia bangga terhadap kita. ngapain kek coba puter otak?

salam kece,
yang gak suka dan suka boleh comment, dunia ini bebas berpendapat dan seisi dunia cuma punya Allah Lillahita'ala bukan punya hamba-hambanya.

You Might Also Like

0 comment

Terimakasih sudah bersedia membaca, silahkan isi pesan dan kesan atau kritik di kolom komentar dibawah ini